Sudah dua minggu ini aq di pusingkan dengan adanya facebook fiktif yang mengatas namakan Dewi Meifiyanti ( anak perbanas manajemen 2007 ).
Aq kenal si Dewi dari kiki ( anak tari ). Kiki menceritakan kalo ada facebook fiktif yang mengatas namakan dewi meifiyanti ( di faceboo di tulis “ Dewi Meifiyanti Perek Perbanas” ). Setelah tahu adanya kasus ini, aq coba untuk mengkonfirmasi ke mas haris, dan mas haris menyuruhq agar di laporin aja kepada pihak facebook. Setelah di laporin beberapa jam kemudian account itu memang bener2 ilang di hapus oleh pihak facebook atas dasar laporan pornografi lantaran ada foto bugil orang lain di account tersebut.
Sempet seneng beberapa jam atas hilangnya account tersebut. Dan selang 12 jam. Si pelaku iseng itu tidak juga jera. Dia membuat lagi dengan profil account yang sama tapi dengan isi foto yang berbeda. Kali ini tidak ada foto bugilnya. Sehingga ketika akan di tanggulangi dan di laporkan dengan alas an yang sama. Terasa sulit, dan tidak ada alas an bagi facebook untuk menghapusnya.
Si Dewi pun kembali stress dan secara otomatis aq ikutan pusing di buatnya, tapi tak apalah aq juga merasa tertantang membantunya. Itung2 ibadah and cari temen.
Aq coba buat konfirmasi kembali ke mas haris dan meminta bantuan untuk menghapus account tersebut. Salah satu factor utama account itu sulit di hapus. Lantaran tidak di sertakannya email dalam account tersebut.
Selang dua hari setelah kejadian….
Temen account Dewi Meifiyan ti itu jadi tambah banyak, foto juga tambah varians, di sertakan nomer handphone dan alamat yang jelas, seakan – akan yang tertera di account tersebut si dewi beneran.
Aq sempet berdiskusi ama si Dewi dan sempet mendengar beberapa cerita yang bertopik dan menginvestigasi siapa kira2 yang tega membuat fitnah tersebut. Setelah aq pikir dan analisis. Tersangka terkuat tertuju pada mantannya si Dewi tersebut, dengan alas an putus secara tidak baik, waktu masih menjalin hubungan juga tidak harmonis jadi ada motif dendam di dalamnya.
Waktu terus berjalan dan perkembangan account tersebut juga semakin meluas. Bahkan sampek ke dosen2, dengan otomatis si Dewi jadi beken mendadak lantaran adanya account palsu tersebut. Q coba buat mengirim message ke account tersebut dengan cara pendekatan yang persuasif, tapi hasilnya nihil yang ada semua kesalahan dia coba kembalikan di alihkan kepada Dewi. Q coba mencari jalan. Tak luput juga cara secara kebatinan, dan hasilnya juga sama, dengan alas an terlalu rumit.
Sampek postingan ini di buat. Account tersebut masih tetep ada dengan perkembangan yang sedikit. Tapi si Dewi masih tetep juga stress, dan aq kira dia sudah mulai terbiasa dan membuka mata dan menyadarkan dunia di sekelilingnya kalau yang ada di accout tersebut bukanlah dia.
Aq hanya bisa berdoa semoga Allah mencerahkan hati si pelaku agar tidak lagi memperluas jaringan facebook tersebut. Dan lebih2 dia maw untuk menghapus atau setidaknya mengganti isi profil account tersebut dengan deskripsi si Dewi yang sebenernya.
Amiinn…
^_*
Minggu, 23 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar