Hari kamis malem ada sms dari Si adie, dia bilang ke Aq klo papanya ovie masuk rumah sakit lagi. Emang sih, udah sebulan ini papanya ovie dah masuk rumah sakit 2X. dan q,adie, ma Si enggar dah jenguk papanya ovie sekali waktu di RSI ( rumah sakit islam ).
Setelah mengetahui kejadian kalo papanya ovie masuk rumah sakit. Kita berencana kalo hari senin besok tanggal 10 agustus menjenguknya, tepatnya habis KHS. Tetapi kenyataan berjalan lain,
Tadi pagi pukul 00.47 papanya ovie telah pulang ke rahmatullah. q anak kampus pertama yang tau kalo papanya ovie gk ada, q telp ovie pukul 01.00, dia sudah dalam keadaan menangis kehilangan, terasa banget kepedihan yang di rasanya, aq hanya bisa meringankan getir dengan mengucapkan agar ikhlas, tapi itu tak bisa membendung tangis yang masih terdengar jelas.
Angga orang pertama yang aq kasih kabar duka itu, lantaran dia juga pasti belum tidur. Setelah itu upe, karena dia paling mudah di bangunin.
Pagi menjelang, tak terasa dah ada 5 message di Hpku. Semua sms masih bertopik tentang meninggalnya om amir. Setelah beberapa menit berkomunikasi dengan teman – teman perihal berita duka ini. Akhirnya kita sepakat kalo nyelawat ke rumah ovie pukul 10.00.
Q berangkat kerumah ovie sama Ryan. Setiba di rumah ovie, q langsung menyalami keluarga. Tampak mata Ovie yang masih memerah lantaran kebanyakan menangis. Rizka memeluk ovie dan menyatakan belasungkawanya. Tampak situasi haru di dalamnya. Si ovie kembali menitikan air mata dan si riska kembali mencoba mentegarkannya.
Hari menjelang siang, yang dateng pun juga semakin banyak. Sebelum dhuhur jenazah di bawa ke masjid untuk di salatkan sebelum akhirnya di kebumikan. Waktu menggotong q merasakan sesuatu yang beda di batin dan pikiran yang jauh kedepan, bahwa kelak aq pasti akan seperti om amir.
Setelah di salati. Mayatpun di kebumikan di pemakaman umum Karah. Banyak yang bisa aq ambil pelajaran dari kejadian itu. Pertama Ternyata orang yang di kubur, sekaya,sehebat,sekuat, se apapun dia. Tetaplah pulang ke rahmatullah dengan tidak membawa semua yang di sebutkan itu. Kedua, di butuhkan ke ikhlasan yang luas untuk merelakan suatu kehilangan. Dan hikmah yang paling tampak adalah. Adanya teman ternyata dapat mengurangi beban batin seseorang yang kehilangan. Semakin besar solidaritas kita, semakin besar juga kedamaian yang terasa.
Semoga amal baik amir di terima, dan dosa, serta kesalahan dapat di ampuni, bagi keluarga semoga di beri ketabahan dank ke ikhlasan dalam menerima kejadian ini. Amiin.,.
SELAMAT JALAN OM and don’t be cry vie, we always be with y
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar